Tinggal beberapa minggu lagi kita beranjak dari tahun 2016. The most complicated, the most heretic moment happening this year. Let me go straight, i lost my father :(
Gue merasakan lagi di tinggal orang yang paling gue sayang, yang paling berpengaruh selama hidup gue. Sudah setahun lumpuh akibat dari serangan stroke. Karena Allah SWT sayang sama dia dan mungkin rindu pula, akhirnya di panggil untuk pulang ke syurga miliknya.
Senang, karena gue tau disana dia bisa melakukan hal hal yang setahun ini tertunda akibat lumpuh.
Sedih, karena saat ini dan seterusnya hanya bisa mengirim doa untuk almarhum.
Masih banyak angan untuk bersama namun harus ku gugurkan angan itu
Ku ikhlaskan perginya angan itu
Layaknya
Ku ikhlaskan kepergian mu
Please, selagi masih ada, tolong lakuin yang terbaik buat orang orang tersayang, yang masih kalian miliki, Sebelum waktu tiba dan hanya doa yang bisa di panjatkan.
Sendu melagu
Taifun
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Jumat, 16 Desember 2016
Kamis, 15 Desember 2016
Ku lihat rasa itu berakar di hatimu
Ku lihat akar itu menjalar sampai ke jiwamu
Terbukti di hari itu
Engkau menunggu diriku
Sampai nafasmu, terhitung akhir.
Harapku, bisa mempunyai banyak waktu untuk menemanimu.
Kiniku hanya mampu berimajinasi
Kau masih disini.
Maaf, diriku terlalu sibuk bereksplorasi.
Mencari jati diri, kesana kemari.
Hingga ku mengabaikan waktu, waktu yang pada saat ini terasa begitu keji dan begitu tega.
Terima kasih banyak, atas segala, atas perjuanganmu menanti anakmu kelak wisuda seperti angan anganmu, perjuanganmu menanti diriku sampai dirumah, bertemu, lalu pergi :')
10.12.16
Ku lihat akar itu menjalar sampai ke jiwamu
Terbukti di hari itu
Engkau menunggu diriku
Sampai nafasmu, terhitung akhir.
Kiniku hanya mampu berimajinasi
Kau masih disini.
Mencari jati diri, kesana kemari.
Hingga ku mengabaikan waktu, waktu yang pada saat ini terasa begitu keji dan begitu tega.
Langganan:
Postingan (Atom)