assalamualaikum dunia...
night readerssssss...
ketemu lagi sama tulisan gue yaaa yang insyaallah menghibur hehe.
kalo kata orang orang nulis blog itu bisa bikin ilangin stres, okelah gue pengen coba buktikan bener atau engga.. tapi buat saat ini gue lagi ga stres risau aja hehe. gue lagi bingung buat ngambil keputusan buat milih jalan belok kanan atau kiri aja gua bingung apalagi mutusin suatu tindakan --" haha. mau curhat dikit aja hehe. oke kita mulai sama ceritanya.
kenapa gue bisa milih judul "gelombang yang sama"? jadi saat itu gue abis latian breakdance di garasi, beh tumben tumbenan tuh suasana eng'aaaaapppppp banget. yoweslah gue lekas beristirahat di ruang tamu. duduk dah buka baju (dirumah ini). disebelah gue ada komik yang judulnya 'aku hilang' menurut gue itu judulnya ngegantung banget --" penasaran gue putuskan deh buat baca. ternyata itu bukan komik serial gitu jadi dalam komik itu banyak cerita cerita horror yang lain.
eh ada nih satu yang kece di antara cerita ceritanya yang lain nah judulnya 'GELOMBANG YANG SAMA' kena banget deh sama judulnya terus horrornya agak agak sedih juga, jadi gini gue ceritain dari awal yaaa readers..
jadi ada seorang anak perempuan yang bernama yuki (nama aslinya sih bukan yuki, gue lupa namanya siapa haha) tinggal dengan ibunya (ayahnya udah meniggal) si yuki ini berumur 4 tahun, terus si ibu ini tiba tiba ngajak anaknya pindah rumah. sesampainya di sana ternyata ibunya itu udah punya pengganti dan langsung nikah sama bapak barunya ini, bapak barunya ini pun punya anak yang seumuran sama si yuki namanya raisa (lupa juga namanya) yang seumuran dengan yuki. tinggallah mereka bersama di rumah baru, bersama bapak yang baru.
8tahun kemudian.
si yuki menjadi pembalap jalanan, habis balapan liar dia pulang kerumah dengan motor sportnya sesampainya di rumah. ibu, ayah dan si raisa baru saja selesai makan malam. yuki mendengar mereka sedang membicarakan liburan tetapi mereka tidak bilang kepada yuki ingin kemana malah mereka seperti tidak menganggap yuki. yukipun tersinggung akhirnyaaa...
setelah mereka semua masuk kekamar masing masing si yuki memutuskan buat pergi dan kabur dari rumah, usai berkemas ia yang langsung jalan entah kemana. di saat itu dia bilang 'hanya dengan kecepatan kesedihanku akan hilang,' langsunglah dia mengendarai motornya, di saat mengendarai motor terlintaslah semua benak tentang keluarganya itu...
tanpa disadari ada sebuah mobil yang berlawanan arah, she said 'its to late' kecelakaanlah dia.
-the end-
(kidding readers)
si yuki baru tersadar setelah beberapa hari, di saat membuka matanya dia udah ada di rumah sakit, ibu susternya langsung bilang 'akhirnya siuman juga, sudah sekian (berapa hari gitu lupa) hari kamu terbaring di sini' dengan lemah si yuki bilang ' berada di mana aku?' bu sus'tentu saja di rumah sakit, seharusnya kamu bersyukur hanya sebelah matamu yang hancur, dengan kecepatan seperti itu biasanya manusia tidak bisa bertahan' si yuki bilang lagi 'kenapa rumah sakit ini sepi sekali? dan siapa yang membawaku kesini?' si bus jawab lagi 'yang membawa mu kesini adah mobil yang menabrakmu saat itu, semua biaya gratis karena mobil itu adalah mobil yang biasa di pakai oleh pemilik rumah sakit ini, kalo ingin sesuatu panggil saja saya.' si ibusus pun keluar.
yuki melihat keluar jendela sambil mengingat-ingat kejadian saat itu, tiba tiba muncul bocah laki laki dari belakangnya sambil mengatakan 'gelombangnya sama ya?' si yukipun terkejut dan bertanya 'ha.. siapa kau? dan mengapa kau mengagetkanku seperti itu?' si bocah laki laki itupun menjawab 'maafkan aku, namaku adalah toru (gue ga inget namanya) yaaa tentu saja aku adalah pasien di rumah sakit ini' yuki bertanya lagi 'mengapa rumah sakit ini sepi sekali?' toru menjawab dengan tersenyum'ya karena rumah sakit ini di buat khusus untukku, aku tinggal di sini sejak kecil' yuki bertanya lagi 'lalu kemana orangtuamu?' yuki 'ibuku adalah seorang artis terkenal, ia selalu pergi keluar negri dan ayahku adalah seorang konglomerat yang selalu penuh dengan pekerjaannya tetapi orang tuaku sangat menyayangiku karena pada saat ulang tahunku yang ke 12 ibu memberikan berbagai macam bunga ke kamarku sampai aroma kamarku seperti bunga itu dan ayahku mengirimkankan berbagai macam mainan sampai tidak muat padahal pada saat itu ayah dan ibu berjanji untuk menjengukku tapi apaboleh buat, mereka sangat sibuk. ya sudahlah aku sangat senang sekali orangtuaku bisa menyayangiku seperti ini' yuki berbicara dalam hati 'kasian sekali anak ini' 'ya sudah aku kembali kekamar dulu ya ka yuki' toru berbicara sambil meninggalkan ruangan yuki.
yuki mulai kembali merenungkan sifat orang tuanya yang lebih memanjakan dan memperhatikan raisa di banding dia 'untuk apa aku mikirin hal ini lagi sih? mereka saja tidak memperhatikanku semua prestasiku tidak di anggap oleh mereka. mereka memang tidak mengaggapku.' berbicara dalam hati dengan jengkelnya... dia memutuskan untuk melukis, yuki teringat akan mata toru yang indah tanpa adanya kepedihan di matanya itu akhirnya dia melukis muka toru itu.
terdengar suara bu sus yang sedang merapikan makanan 'bangun bangun, sudah pagi yuki' yuki'iya bu sus, aku ingin bertanya kemarin aku bertemu pasien seoarang anak yang berumur 12 tahun namanya toru. dia berada di kamar nomor berapa ya bu?' bu sus sedikit panikdan menjawab 'apa? seorang anak? kau hanya satu satunya pasien di rumah sakit ini nak.' yukipun terkejut dan berfikir'apakah anak ini hantu, tapi tidak mungkin matanya yang sama sekali tidak menggambarkan kesedihan itu psati manusia' selesai menaruh makanan untuk yuki bu susterpun keluar dari kamar yuki.
Tak lama kemudian, ada suara seseorang mengetuk pintu dan mengatakan 'bolehkah aku masuk?' 'pasti si toru' kata si yuki 'yasudah masuk saja' 'apakabar yuki?' toru bertanya dengan semangatnya dan yukipun menjawab 'seperti biasa, sangat membosankan sekali disini? apakah kau pernah pergi ke pantai toru?' torupun menjawab'aku belum pernah kepantai, keluar rumah sakitpun aku belum pernah' yuki terkejut dan berkata 'benarkah? jadi selama 12 tahun engkau belum pernah keluar dari tempat ini. kalau begitu saat aku sembuh aku akan langaung mengajakmu untuk melihat pantai.' toru menjawab dengan semangatnya 'apa!? kau janji ya yuki?' yuki menjawab 'iya aku berjanji, tenang saja hehe' tiba tiba saja toru terdiam dan meneteskan air mata sambil melihat lukisan yang di buat yuki ia bertanya 'apakah ini gambar wajahku?' yukipun menjawab dengan ekspresi bingung 'iya ini memang wajahmu lalu apa yang membuatmu menangis toru?' toru menjawab 'tidak apa apa, orang tuaku pasti sangat senang jika melihat ini' 'apa maksudmu?' tanya yuki. 'nanti engkau juga tahu' sahut toru...
hari demi haripun berlanjut yuki yang merasa tenang ketika melihat mata toru tidak lagi memperhatikan asal usul atau status dari toru, sampai menganggap toru adalah adiknya torupun begitu. di saat mereka semakin saling mengenal satu sama lain. yukipun bermimpi pergi bersama toru ke pantai, menikmati suasana pantai mulai dari embus angin dan deburan ombaknya.
yukipun terbangun 'oh itu hanya mimpi' pikirnya 'tumben mengapa bu suster tidak membangunkanku? dan kenapa toru tidak menjengukku juga?' yuki keluar kamar dan berjalan jalan di sekitar rumah sakit, yuki melihat ibu suster dan langsung bertanya mengapa dia tidak di bangunkan saat itu, ibu susterpun baru menjelaskan bahwa ada pasien yang sekarat yaitu toru. ketika mendengar itu yuki memaksa untuk bertemu toru.
sesampainya di kamar toru, yuki langsung kaget dan menangis ternyata yang selama ini dia lihat hanyalah gelombang rasa kesepian dan kesedihan dari toru yang mempunyai gelombang kesepian dan kesedihan yang sama dengan yuki. yuki yang melihat dengan mata kepalanya sendiri kondisi toru yang sedang kritis. ternyata toru terlahir dengan tidak mempunyai pori pori di seluruh tubuh dan wajahnya yang di balut dengan perban seperti mumi itu, nafas yang selalu menggunakan bantuan oksigen itu. tetapi toru masih bisa tersenyum dan merasa bahagia karena di saat saat terakhirnya ini dia dapat melihat orang tuanya yang langsung pulang karena mendengar dia kritis. dan di saat terkahirnya ia masih bisa tersenyum. 'tuuuuuutttt' bunyi yang menandakan detak jantung toru berhenti.
orang tua torupun menangis dan berkata 'ganti saja nyawaku demi anakku ini tuhan' yukipun langsung berbicara dengan nada yang tinggi dan sambil membentak 'untuk apa kalian berkata seperti itu saat ini, ini semua sudah terlambat... memangnya kemana saja kalian selama ini? tidakkah kalian sadar kalian hanya mengejar impian kalian tanpa memikirkan toru. bukankah kalian berjani untuk pulang menjenguk toru pada hari ulang tahunnya? tapi kalian tidak datang dan hanya memberikan bunga dan main mainan. padahal saat toru menerima surat itu dan tau kalian akan datang dia merasa sangat senang sekali. apakah kalian tau yang toru rasakan saat kalian tidak menepati janji dan hanya memberikan bunga dan mainan itu? dia tetap merasa senang! dia bahagia! padahal dia sadar dirinya sangat sedih. padahal dirinya itu di bohongi oleh bual belaka kalian!? sekarang semua telah terlambat. untuk apa kau berbicara seperti itu.' yuki lanjut menangissss..
beberapa hari setelah meninggalnya toru, orang tua yuki bertemu dengannya, sambil menangis ibu yuki meminta maaf dan mengakui kesalahannya selama ini. berkat toru yukipun sekarang bisa bersabar dan lebih bersyukur atas kehidupannya. yukipun merasa tenang karena merasa matanya saat ini setenang saat ia melihat toru.
-the end-
jadi gelombang yang sama ini tuh gelombang rasa sedih dan sepi yang sama sama di rasakan toru dan yuki yang menyebabkan mereka bisa berinteraksi.
okelah, maaf ya readers kalo pusing bacanyyyaaaa... maklum masih pemula belom sempet baca baca cerita juga. semoga bermanfaat yo readers.
keep peace and spread the words.
tunggu post berikutnya di coretan isennnnggg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar