Jumat, 16 Mei 2014
execution day
Assalamualaikum dunia.
jangan bosen bosen ya kalo di awal postingan gue itu selalu nanyain kabar kalian gimana, oke oke? sooooooo, apa kabar readeeeeersSSSSSS!!? semoga kalian selalu baik bai aja yaaaa, walaupun buruk semoga bisa dapetin hikmah dari hal yang buruk itu. :)
sorry nih mungkin buat judul pstingan kali ini agak serem ya 'EXECUTION' emang serem sih menurut gue tapi ini bukan exekusi orang kok cuman eksekusi rumah. seolah enteng deh kalimatnya --" sebenernya berat readers. SANGAT AMAT BERAT. karena yang di eksekusi itu rumah gue lebih tepatnya rumah omah dan almarhum mbah gue. (omah = nenek | mbah = kakek). okay, lets talk about this execution day.
cerita ini cukup panjang, cuman gue bikin pendek dan ga detail aja ya readers.
rumah ini adalah rumah dinas, dimana sudah di tinggali selama 40 tahun lebih. rumah dinas ini pada saat di kasih oleh suatu lembaga belom ada listrik, jalanan masih tanah, masih gelap serem gila, harga tanahnya ga seberapa. lalu omah dan mbah menabung dari upahnya untuk merawat rumah tersebut. menabung untuk memasang listrik, membuat jalan yang masih tanah jadi beraspal, yang gelap menjadi menderang.
lalu suatu saat keluarga kami mengirim surat untuk membeli rumah tersebut, balasan surat yang kami terima malah surat untuk mengosongkan rumah sampai di akhir di desember 2013. kami sekeluarga kaget akan surat balasan dari lembaga tersebut. kamipun membalas surat tersebut dengan menjelasakan syarat jika rumah ini bisa di beli seperti "rumah ini adalah rumah golongan 3 (rumah yang bisa di beli) dan memberi tau bahwa rumah ini sudah 40 tahun di tempati tanpa adanya bantuan dana sepeserpun untuk merawat rumah ini. selama 40 tahun rumah ini tidak di sewakan kepada orang lain (karena jika di sewakan maka rumah ini tidak bisa di beli)"
suatu kejanggalanpun terjadi, balasan dari surat tersebut adalah "sudah tidak ada rumah golongan 3" dan kenapa gue bilang janggal karena peraturan itu baru di buat setelah keluarga gue mengeirim surat yang menjelaskan syarat rumah dinas ini bisa di beli. BARU DI BUAT LOH READERS.
secara hukum keluarga gue menang, KOMNAS HAM, KPK, KPU mendukung kami untuk mempertahankan rumah ini, ya karena memang kami telah memenuhi syarat untuk membeli rumah tersebut.
kitapun berhasil bertahan sampai tanggal 14 mei 2014. dimana di hari itu rumah kami di kosongkan secara paksa. jam dinding menunjukkan jam 08.00 WIB pagi. tak sengaja gue melihat keluar pintu pager, gue liat disana rame banget ada aparat keamanan, kacung kacung bodoh yang hanya mementingkan harta, dan otak yang mengincar rumah dinas ini. gue ngeliat mereka berbaris layaknya prajurit yang akan membela negaranya. gue berjalan keluar dan melihat pagar salah satu rumah sudah di dobrak, langsung gue bergegas ke dalam rumah dan berjaga di pagar agar bisa menahan mereka.
ga lama dateng tuh kacung kacung buat masuk kerumah gue, dengan kalimat sopan dia bertanya "kami minta izin untuk masuk kedalam rumah" ya ga gue kasih laaaaaahhhh. merekapun langsung dobrak pintu pager. dalem hati gue mikir "kok nih orang pada ga punya otak ya, yang jagain pintu cuman gue, nyokap dan omah. kenapa harus di dobrak dengan mereka yang puluhan orang" copotlah pager gue.
mereka mulai nyoba masuk lagi kedalam rumah, pintu udah gue kunci dan kuncinya gue yang pegang. ternyata mereka ga nyariin orang yang megang kunci --" langsung aja di dobrak pake linggis pintu rumah. ibarat kata perang main gate istananya tuh udah bobol. langsung dah tuh mereka teriak masuk masuk 'serasa agen FBI yang mau nyergap bandar narkoba'.
mereka ga punya surat buat ngosongin rumah hari itu loh. di saat rumah masih di persengketaakan mereka malah mengambil keputusan sepihak unutk eksekusi rumah.
mereka sudah masuk, barang barangpun habis di angkut oleh lembaga tersebut unutk di pindahkan, untuk ada saudara yang mau merelakan tempat tempatnya buat dititipin barang barang.
jam 6 magrib, rumah udah ga bisa di masukkin lagi, di pageri dengan seng dan di gembok dengan rantai secara rapih. keluarga gue pun duduk di depan rumah nunggu beberapa saudar untuk menjemput.
lembaga ini adalah salah satu lembaga tinggi negara loh, tapi kok perbuatannya kaya ga punya etika gitu ya? ya gitu lah readers. orang orang yang sudah termakan jabatan, ditutupi matanya oleh harta, busuk hatinya.
nih gue kasih tau profile tentang si otaknya : 1. dulu dia bawahan almarhum mbah gue. 2. sebentar lagi dia pensiun (yaaaaa lumayanlah rumah buat anak dan cucu gue selagi megang jabatan) pemikiran si otaknya.
ga nyangka jasa kakek gue kaya sia-sia, ga ada harganya selama mengabdi pada lembaga tersebut.
tetangga pun banyak yang hanya menonton, tak apalah jika hanya menonton. tapi ada juga yang berengsek idiot karena mereka malah mentertawakan, menjelek-jelekkan, nyedian kursi dan meja di luar, seolah olah ini tuh tontonan yang menyenangkan ada juga yang pake bikinin kopi segala buat orang orang lembaga tersebut.
ternyata banyak ya orang yang masih bisa tertawa melihat hak orang di tindas gini, heran gue, kenapa ya? menurut gue si selama pemikiran mereka yang memiliki jabatan pikirannya cuman berorientasi sama duit jadi kaya "KALO DAPET DUIT KENAPA ENGGA".
yaudah guys, buat lu readers yang emang punya hak dan lu benar jangan mau kalah. perjuangin terus hak lu, apa yang harus lu miliki dan apa yang tidak. keluarga gue pun ga berenti setelah eksekusi itu, kami masih berjuang di jalur hukum. jadi jangan menyerah. itu aja guys dari gue, selamt malam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar