Kota Hujan, ranin coffee
Thursday, April 2, 15
Semalam, aku melihat betapa kosongnya langit
Betapa buruknya langit tanpa bintang dan bulan
Lalu ,aku mendengar kesunyian yang tak pernah ku dengar
sebelumnya
Dan tersadar, tersadar akan suara jeritan di balik kesunyian
itu
Kumencari, mencari dimana suara jeritan itu berasal
Di dalam kegelapan, di dalam kesunyian, di dalam
keterpurukan
Dan kutemukan dari mana jeritan itu berasal
Kutemukan pada saat kumenatap kosongnya langit
Ketika ku memejamkan mata, ku mengerti dari mana jeritan itu
berasal
Jeritan rindu, yang berlanjut menjadi air mata
Dan berubah menjadi isak tangis yang orang lain tak bisa
rasakan
Orang lain tak bisa mengerti, yaitu
jeritan rindu serta isak tangis yang saat ini kurasakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar